Susah Senang Menjadi Penulis Light Novel dan Awal dari Semuanya | Wawancara dengan R Lullaby
Angin bertiup ke ufuk barat, tercium aroma petrichor disertai hawa dingin yang menyengat, begitulah suasana di musim hujan ini.
Pagi hari ini tanggal 9 Januari, bertepatan dengan ulang tahunku. Blog ini resmi dibuka dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa.
Semoga blog ini dapat bermanfaat dan bisa memberikan motivasi bagi para pembaca.
Berikut adalah wawancara singkat dengan salah satu penulis light novel lokal terkenal yang sudah menerbitkan beberapa karya. Di antaranya adalah novel My Dearest yang sudah terbit beberapa volume. Dia populer dengan nama pena R Lullaby.
- Wawancara ini eksklusif milik saya dan saya juga sudah mendapat izin untuk mem-posting-nya di blog ini.
- Wawancara ini dilakukan melalui Facebook Messenger.
Susah Senang Menjadi Penulis Light Novel dan Awal dari Semuanya.
"Hai.
Ini halaman facebook resmi R Lullaby ya?
Saya mau nanya-nanya boleh?
Ya bisa dibilang wawancara juga sih, tapi singkat saja. "
"Oke terima kasih untuk bertanya saya, beri saya waktu buat menjawab semua pertanyaan anda 🙂"
"Oke 😆 maaf merepotkan, santai saja tidak ada deadline-nya juga kok 😆 hehe"
"Siap siap haha"
"Saya penasaran bagaimana rasanya menjadi author light novel.
Langsung saja ke pertanyaannya:
Bisa diceritakan susah senangnya menjadi seorang penulis light novel?"
"Ya senangnya banyak kalau menurutku, pertama yah bisa menuangkan ide yang numpuk di kepala. Dari sana kita bisa baca lagi, dapat hiburan cerita dari yang kita pikirkan dan impikan. Ah pada tahap ini juga saya melakukan editing, yang sekiranya kurang 'sreg' saya perbaiki.
Belum lagi dapat respon positif dari pembaca yang nungguin karya kita, aduh kesannya gimana yah. Seneng banget lah, karya kita dihargain karena dibaca, bahkan ada yang sampai muji-muji.
Untuk susahnya yah kalau dari saya dalam proses pencarian bahan, kadang males masalah ini haha. Belum lagi membaca, penulis wajib sering loh membaca (buat nambah-nambah kosa kata dan lainnya). Nah masalahnya karena saya baru-baru ini membaca, jadinya masih agak males. Makanya sekarang ini lagi dibiasain membaca."
"Awal dari semuanya bagaimana? Lalu bagaimana Anda bisa terus bertahan dan tetap berkarya dan akhirnya sukses seperti sekarang?"
"Lalu buat susahnya lagi yah pas awal-awal saat dimana kita masih baru masuk ke dunia novel ringan ini. Saya juga ngerasain saat karya saya masih belum dilirik pembaca, sepi udah kayak gurun sahara. tapi yah karena saya terus update aja, masa bodo yang penting cerita berjalan sesuai perencanaan di otak saja, dan alhamdullilah sedikit demi sedikit ada yang lirik."
"Bagaimana respon awal pihak penerbit, apakah langsung diterima ataukah banyak rintangannya? Dulu apakah pakai modal atau tidak? Dan juga bisa diceritakan tentang perjuangannya?"
"Buat masalah penerbit, sejak awal saya gak pernah diterima dan juga gak pernah ditolak. Yups, saya gak pernah ngajuin hehe.
Ya intinya saya yang ditarik oleh pihak sana. Mungkin lebih tepatnya kita kerja sama gitu, berawal dari cerita saya yang ditempel di web mereka
lalu respon pembaca baik dan banyak yang nanyain di mana beli buku cetaknya, ya jadi gitu deh pihak itu pun nawarin saya buat cetak buku dengan gratis, saya gak ngeluarin uang dalam tetek bengek masalah cetak, tapi tetep dapat royalti yang cukup memuaskan.
Akan tetapi, buat ilustrasi saya beli sendiri, mesen sendiri. Saya pingin, karena dari dulu pingin novel saya ada ilustrasinya ><. Um yaaa meski pas ketemu ilustratornya dikenalin sama kepala penerbit juga haha."
"Penghasilannya gimana? apakah menurut Anda sesuai harapan dan cukup atau bahkan melebihi kerja keras selama ini ataukah masih kurang dan rugi?"
"Nah untuk penghasilan lumayan lah buat uang jajan, tapi menurut saya masih belum cukup untuk memenuhi penghasilan pokok.
Gak heran sih buat masalah ini, karena emang negara kita budaya membacanya kurang. Apalagi untuk novel ringan yang fanbasenya enggak sebesar kayak novel-novel major layaknya Tere Liye atau Dee Lestari.
Kalau mau dapat penghasilan lebih, biasanya sering2 promosi, di mana-mana, di grup-grup (ya meski saya jarang banget promosi sampai diomelin pihak penerbitnya haha)"
"Apakah ada juga pembajak yang berkeliaran?"
"Umm lalu buat pembajak pernah ada, cuman hanya cerita dalam website saja, tapi masalah itu alhamdulillah sudah dibereskan."
"Ada tips gak untuk pemula supaya tetap strong?
dan terakhir adakah pesan-pesan yang mau disampaikan?"
"Membaca sama rajin tulis menulis, latihan latihan latihan!! Gapapa dibilang acak adut tulisan, gak nyambung, pengulangan kata, atau apalah(saya juga masih sering ngalamin ini).
Tapi kalau ada yang kritik dan saran yang datang, tolong jangan abaikan. Pahami maksudnya, coba terapkan. Buat kritik yang menjatuhkan, baru boleh diabaikan, kayak (Ah ceritanya jelek) tanpa memberikan kepastian yang jelas di mana jeleknya, tanpa memberikan masukan buat penulisnya.
Ah iya kalau masalah gaya menulis itu terserah kamu, tiap orang punya ciri khasnya, termasuk saya. Di awal-awal pasti kamu akan terombang ambing, niru gaya ini itu, aku juga ngalamin, tapi nanti juga ada waktunya kamu bakal sreg sama gaya tulisan kamu sendiri.
Berbeda dengan gaya tulisan, untuk penempatan kata lebih baik disesuaikan dengan aturan misal (Di rumah atau Dirumah?), penempatan tanda baca, tanda tag percakapan, dan yang lainnya. Ya intinya kaya gitu lah, aku juga masih harus banyak belajar dalam masalah ini. hahaha"
Demikianlah wawancara saya dengan R Lullaby, semoga wawancara singkat ini memberi manfaat bagi para readers sekalian, dan juga dapat memberikan inspirasi dan motivasi sedikit maupun banyaknya.

Comments
Post a Comment